canvas.news Makassar — Situasi politik internal Partai Golkar Kota Makassar kembali menjadi sorotan setelah jurnalis senior Mulawarman menyampaikan pandangan terkait posisi Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin (Appi). Dalam keterangannya, Mulawarman menilai bahwa langkah paling realistis bagi Appi adalah segera meninggalkan Partai Golkar. Menurutnya, bertahan di tengah dinamika internal yang tidak kondusif hanya akan menimbulkan kerugian politik dan menguras energi tanpa hasil yang jelas.
Mulawarman menyoroti sejumlah faktor yang memperlihatkan adanya tekanan terhadap Appi. Pertama, munculnya diskresi DPP Golkar yang memberikan dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Keputusan ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa pimpinan pusat tidak lagi menginginkan Appi berada di posisi Ketua DPD II Golkar Makassar. Kedua, adanya manuver internal yang dilakukan oleh pengurus, seperti tindakan Iswan yang mengklaim diri sebagai Plt Sekretaris bentukan IAS dan mengambil uang Fraksi Golkar di DPRD Makassar. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi untuk menyingkirkan Appi secara perlahan dengan menciptakan ketidaknyamanan dari dalam.
Selain itu, Mulawarman menilai bahwa bertahan dalam kondisi seperti ini hanya akan merugikan Appi, baik secara personal maupun dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Makassar. Waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk menjalankan tugas pemerintahan akan terkuras oleh konflik internal yang tidak kunjung selesai. Hal ini berpotensi menurunkan efektivitas kepemimpinan Appi di pemerintahan kota.
Ia juga menyinggung sikap Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, yang dinilai tidak memberikan perhatian serius terhadap konflik di daerah. Menurut Mulawarman, sikap apatis dari pimpinan pusat membuat masalah ini semakin berlarut-larut tanpa adanya solusi yang jelas. Kondisi tersebut memperkuat kesan bahwa Appi tidak lagi memiliki dukungan penuh dari struktur partai di tingkat nasional.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Mulawarman menilai bahwa langkah hengkang dari Golkar merupakan pilihan yang lebih rasional bagi Appi. Keputusan itu diyakini dapat menghindarkan dirinya dari kerugian politik yang lebih besar sekaligus membuka peluang untuk membangun basis politik baru yang lebih kondusif.




Tinggalkan Balasan