canvas.news Makassar — Aktivitas belajar di UPTD SPF SD Negeri Kakatua tetap berlangsung meski harus beradaptasi dengan kebijakan pembelajaran daring. Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi sosial di Kota Makassar yang sempat terganggu akibat antrian panjang pengisian BBM di sejumlah SPBU. Menindaklanjuti arahan dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, sekolah-sekolah diminta melaksanakan pembelajaran jarak jauh agar proses belajar tetap berjalan tertib tanpa terhambat situasi di lapangan.

Kepala sekolah, Sabriani, S.Pd, turun langsung melakukan monitoring terhadap jalannya pembelajaran daring. Ia memastikan guru hadir tepat waktu, materi ajar tersampaikan sesuai jadwal, dan siswa mengikuti proses belajar dengan disiplin. “Kami ingin memastikan bahwa meski dilakukan dari rumah, kualitas pembelajaran tetap terjaga dan anak-anak tetap bersemangat,” tegasnya.

Pantauan hari pertama menunjukkan suasana belajar berjalan lancar. Para siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran dari rumah, menyimak materi yang disampaikan guru melalui platform daring, serta aktif berinteraksi dalam sesi tanya jawab. Semangat belajar ini menjadi bukti bahwa adaptasi teknologi bukan lagi hambatan, melainkan peluang untuk memperluas cara belajar.

Sabriani juga mengapresiasi dukungan orang tua yang turut mendampingi anak-anak selama proses daring berlangsung. Menurutnya, kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pembelajaran jarak jauh. “Kami berharap dukungan penuh dari orang tua agar anak-anak tetap disiplin dan tidak menganggap belajar dari rumah sebagai hal yang santai,” tambahnya.

Dengan penerapan sekolah daring ini, UPTD SPF SD Negeri Kakatua menunjukkan kesiapan menghadapi dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. Kebijakan yang diambil bukan sekadar solusi sementara, melainkan bentuk tanggung jawab sekolah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi yang menuntut penyesuaian.