Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diperkirakan mencapai puncak pada Sabtu, (03/01).

Pihak bandara memproyeksikan sekitar 27 ribu penumpang dengan 209 pergerakan pesawat pada hari tersebut.

General Manager PT Angkasa Pura Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus E.T. Gandeguai, mengatakan puncak pergerakan sebelumnya terjadi pada 28 Desember 2025. Namun, gelombang arus balik berpotensi terulang dengan skala besar di awal Januari.

“Untuk arus balik memang posisi terakhir puncaknya itu masih di tanggal 28 Desember 2025. Tapi kami memprediksikan puncak arus balik nanti itu di tanggal 3 Januari 2026, dengan kurang lebih 209 pergerakan pesawat dan sekitar 27 ribu penumpang,” ujarnya, Jumat (02/01).

Kepadatan mulai terasa sejak Kamis, 1 Januari 2026, seiring masyarakat memadatkan jadwal kepulangan untuk kembali bekerja dan beraktivitas. Untuk mengantisipasi lonjakan, bandara menambah kapasitas melalui penerbangan tambahan. Pada 1 Januari, tercatat tiga extra flight dari Sriwijaya Air untuk rute Makassar–Timika dan Makassar–Bali.

Data Posko Nataru menunjukkan lalu lintas udara pada 1 Januari 2026 lebih ramai dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pergerakan pesawat meningkat dari 141 menjadi 168, sementara jumlah penumpang naik dari 18.631 menjadi 19.877 orang. Di sisi lain, arus kargo justru menurun dari 247.782 kilogram menjadi 238.210 kilogram, menandakan mobilitas didorong oleh pergerakan orang, bukan distribusi barang.

Rekap periode 15 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 memperlihatkan tren beragam. Total pergerakan pesawat bertambah dari 3.860 menjadi 3.943, namun jumlah penumpang sedikit turun dari 516.795 menjadi 513.385 orang. Volume kargo juga menyusut dari 5.277 ton menjadi 5.015 ton.

Selama periode tersebut, bandara melayani 73 penerbangan tambahan yang dioperasikan Sriwijaya Air, Batik Air, dan Lion Air, terutama untuk rute Makassar menuju Biak, Timika, Nabire, Sorong, Denpasar, dan Cengkareng.
Dari sisi tujuan, arus balik masih memusat ke jalur utama. Rute Cengkareng tercatat sebagai yang tersibuk dengan 129.331 penumpang, disusul Surabaya 58.697 penumpang dan Kendari 34.266 penumpang.

“Pola ini mencerminkan kombinasi penumpang bisnis, pelajar, dan pekerja yang kembali ke kota tujuan setelah libur panjang,”

Menghadapi prediksi puncak 3 Januari, pengelola bandara mengimbau penumpang mengatur waktu perjalanan lebih longgar. Kedatangan lebih awal dinilai membantu menghindari antrean saat jam sibuk, terutama ketika extra flight, penerbangan transit, dan kepadatan gate terjadi bersamaan.

“Bandara juga memastikan layanan pemeriksaan, check-in, dan boarding tetap berjalan rapi hingga masa arus balik berakhir,” pungkasnya.