Makassar canvas.news– Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan tahun 2026, arus dukungan politik semakin mengerucut pada satu nama: Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi. Sebanyak 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II kabupaten/kota se-Sulsel secara terbuka menyatakan dukungan mereka, sebuah sinyal kuat dari akar rumput partai yang dinilai sebagai pesan politik tegas.

Dukungan ini bukan sekadar menunjukkan dominasi jumlah, melainkan mencerminkan arah dan kehendak mayoritas kader daerah. Figur Appi dianggap memiliki kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan Golkar Sulsel, dengan pengalaman politik, jejaring luas, serta kemampuan konsolidasi yang mumpuni untuk menghadapi dinamika internal maupun kontestasi politik mendatang.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin Makassar, Adi Suryadi Culla, menilai sokongan 20 DPD II tersebut sebagai refleksi nyata aspirasi kader di tingkat kabupaten dan kota. “Dukungan terbuka dari 20 DPD II ini menunjukkan bahwa kader di daerah telah mengerucutkan pilihan pada satu figur, yakni Munafri Arifuddin. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen politik dari basis partai,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Adi menekankan, legitimasi DPD II memiliki bobot politik besar karena menjadi fondasi kekuatan struktural partai. Tanpa sokongan kuat dari daerah, peluang figur alternatif untuk bersaing dinilai relatif kecil dan cenderung simbolik.

Lebih jauh, derasnya dukungan kepada Appi disebut sebagai ajakan untuk merapatkan barisan, sejalan dengan harapan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar agar Sulawesi Selatan kembali menjadi lumbung suara utama partai. “Musda Golkar Sulsel 2026 bukan hanya soal memilih ketua, tetapi juga momentum menentukan arah politik partai menuju 2029. Dalam konteks itu, kader menilai Appi sebagai figur yang paling siap,” tambahnya.

Hingga kini, belum terlihat figur lain yang memiliki kekuatan tanding sebanding dengan Munafri Arifuddin. Kondisi ini mempertegas bahwa aspirasi mayoritas kader telah terkonsolidasi pada satu nama. “Kalaupun ada kandidat lain, itu tidak mencerminkan kehendak mayoritas. Suara dominan DPD II sudah jelas mengarah ke Munafri,” tegas Adi.

Selain itu, rekam jejak Appi yang dinilai relatif bersih serta kemampuannya merangkul berbagai elemen kader dianggap sebagai modal penting untuk menjaga stabilitas internal partai di tengah dinamika politik nasional. Dukungan massif ini pun semakin memperkuat posisi Munafri Arifuddin sebagai kandidat utama dalam Musda Golkar Sulsel 2026.