Canvas.news Pangkep, Sulawesi Selatan —
Setelah tujuh hari penuh perjuangan di medan berat Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT. Pesawat ini sebelumnya hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan dinyatakan jatuh di kawasan pegunungan yang terjal dan berhutan lebat.

Pada Jumat, 23 Januari 2026, dua jasad terakhir ditemukan oleh Tim Elang 5 sekitar pukul 08.33–09.16 WITA. Dengan penemuan tersebut, total 10 korban yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah berhasil ditemukan seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia.

Momen Haru di Posko SAR
– Anggota tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga komunitas ojol (ojek online) yang turut membantu, langsung sujud syukur di Posko Tompo Bulu setelah memastikan semua korban telah ditemukan.
– Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, menyampaikan bahwa koordinasi terakhir korban ditemukan pada pukul 09.16 WITA, menutup daftar pencarian dengan lengkap.

| Fakta | Detail |
|——-|——–|
| Jenis Pesawat | ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) |
| Nomor Registrasi | PK-THT |
| Lokasi Jatuh | Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan |
| Tanggal Hilang Kontak | 17 Januari 2026 |
| Tanggal Semua Korban Ditemukan | 23 Januari 2026 |
| Jumlah Korban | 10 orang (seluruhnya meninggal dunia) |
| Temuan Penting | Black box pesawat berhasil ditemukan dan diserahkan ke KNKT untuk investigasi |

Kisah pencarian ini menjadi bukti solidaritas dan kerja keras tim SAR gabungan, yang tak kenal lelah menembus hutan, tebing, dan cuaca ekstrem demi memastikan semua korban ditemukan. Kehadiran relawan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas ojol, memperlihatkan semangat “Ewako” — pantang menyerah demi kemanusiaan.

Tragedi ini memang menyisakan duka mendalam, namun penemuan seluruh korban memberi kepastian bagi keluarga yang menanti. Investigasi KNKT terhadap penyebab jatuhnya pesawat kini menjadi langkah berikutnya, sementara masyarakat Sulawesi Selatan mengenang momen ini dengan doa dan rasa hormat