Makassar – Peningkatan jumlah penduduk dan pesatnya aktivitas perkotaan di Kota Makassar membawa konsekuensi serius terhadap lingkungan. Salah satu dampak yang kini menjadi sorotan adalah meningkatnya volume air limbah domestik dari rumah tangga.

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan sekitar, menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, serta merusak ekosistem perairan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya krisis kebersihan dan kesehatan, terutama di kawasan padat penduduk.

Menurut pengamat lingkungan, limbah rumah tangga yang mengandung bahan organik maupun kimia dapat memicu pencemaran sungai dan laut. “Jika tidak ada sistem pengelolaan terpadu, maka risiko penyakit menular dan kerusakan ekosistem akan semakin besar,” ujar salah satu aktivis lingkungan di Makassar.

Pemerintah Kota Makassar disebut tengah menyiapkan langkah strategis berupa pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta kampanye kesadaran masyarakat untuk mengurangi pencemaran. Namun, upaya ini membutuhkan dukungan penuh dari warga agar pengelolaan limbah bisa berjalan efektif.

Dengan pertumbuhan kota yang terus meningkat, pengelolaan air limbah menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi. Tanpa tindakan nyata, ancaman terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan akan semakin nyata.