Canvas.news Luwu Utara, Sulsel – Kabupaten Luwu Utara mencatatkan performa ekonomi yang mengesankan di tengah fluktuasi global. Pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 6,17%, diperkuat oleh lonjakan realisasi investasi sebesar 11,51% sepanjang 2025.

Salah satu pendorong utama adalah besarnya anggaran infrastruktur yang tumbuh hingga 42,60%, ditambah geliat investasi swasta dalam pembangunan ruko, ritail modern, serta peningkatan produktivitas pabrik.

Contoh nyata datang dari PT Tirta, yang menggelontorkan dana Rp20–30 miliar untuk pembangunan jalan dari Pengkendekan–Mabusa (16 km) dan Mabusa–Sepon (26 km). Tak berhenti di sana, perusahaan ini merencanakan pembangunan PLTA berkapasitas 95 MW dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp30,04 triliun.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menegaskan bahwa investasi menjadi mesin penggerak utama ekonomi daerah.

“Pertumbuhan investasi sebesar 11,51% ini menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap stabilitas daerah dan kemudahan perizinan yang ditawarkan pemerintah,” ujarnya.

Meski tren positif terus berlanjut, Pemda diingatkan untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga ke lapisan bawah, termasuk petani kakao dan pedagang pasar tradisional. Konektivitas wilayah terpencil serta penguatan sumber daya lokal menjadi tantangan besar agar geliat investasi tetap berkelanjutan.

Sebagai perbandingan, pada 2024 investasi sempat melambat hanya 0,89%, dengan PMTB minus 0,76%. Kini, percepatan PMTB mencapai 10,48%, menandai kebangkitan ekonomi Luwu Utara yang “on fire” dan siap tumbuh signifikan dari tahun ke tahun.