Canvas.news Luwu Utara — Menjelang pelaksanaan seleksi calon kepala sekolah tingkat SD dan SMP, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan proses Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKK) berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi.

Dalam keterangannya, Bupati menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, pemilihan kepala sekolah tidak boleh sekadar memenuhi syarat administratif, tetapi harus melahirkan pemimpin yang berintegritas, inovatif, dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan modern.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kita membutuhkan kepala sekolah yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kreativitas, serta komitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya di ruang kerja, Jumat (21/3).

Ia menambahkan, kepala sekolah dituntut mampu beradaptasi dengan dinamika pendidikan, termasuk penguatan literasi, numerasi, dan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kemampuan manajerial juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan berdaya saing.

Bupati menegaskan, transparansi dalam seleksi akan mencegah polemik dan memastikan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Proses yang baik akan melahirkan hasil yang baik. Setiap tahapan seleksi harus berjalan adil, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa kesempatan menjadi kepala sekolah terbuka bagi siapa saja yang memenuhi ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan.

Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap seleksi tahun ini mampu menghasilkan figur kepala sekolah yang profesional dan berkualitas, sehingga dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di daerah, sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan kualitas, pemerataan, dan inovasi.