Canvas.news Pemerintah Kota Makassar terus menggencarkan Program Gerakan Pangan Murah Kecamatan (GPK) sebagai langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Program ini digelar setiap hari di sembilan titik kecamatan sejak 11 Maret hingga 9 April 2026.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan dan faktor cuaca. “Harga telur saat ini naik menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram untuk ukuran sedang. Kenaikan ini dipicu tingginya permintaan masyarakat, terutama untuk kebutuhan pembuatan kue,” jelasnya. Selain telur, harga cabai rawit naik Rp10.000 per kilogram, bawang merah naik Rp5.000 per kilogram, sementara bawang putih relatif stabil. Menariknya, harga daging ayam justru turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih stabil.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Evy Aprialti, menegaskan bahwa program pangan murah merupakan salah satu intervensi pemerintah untuk menekan inflasi yang kini mencapai 5,923 persen. “Hari ini pasar murah digelar di Appasaren dan Mariso. Selanjutnya seluruh mobil inflasi akan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan pangan murah agar inflasi bisa kita intervensi,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan beras Bulog SPHP Rp57.000 per 5 kilogram, MinyakKita Rp15.000 per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Makassar, Dinas Perdagangan, Bulog, dan Perumda Pasar Makassar. “Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan mencegah adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari meningkatnya kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi, sehingga harga bahan pokok tetap stabil hingga H-1 Lebaran. Dengan langkah konkret ini, pemerintah berupaya memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.




Tinggalkan Balasan