Canvas.news Makassar, 31 Januari 2026 — Upaya mencari solusi beradab dalam pengelolaan sampah perkotaan kembali digerakkan dari tingkat komunitas. Sebanyak 300 liter eco enzym dituangkan ke kolam lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kota Makassar, Sabtu (31/1/2026). Langkah ekologis ini diharapkan mampu menekan bau menyengat sekaligus mempercepat proses penguraian senyawa organik pada air lindi.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Manggala Tanpa Sekat bersama Lurah Tamangapa, dengan melibatkan sekitar 40 personel. Mereka terdiri atas warga komunitas, perwakilan RT/RW, pengelola TPA Tamangapa, serta mahasiswa KKNT Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin Gelombang 115 Tahun 2026.
Eco enzym yang digunakan merupakan hasil fermentasi bahan organik rumah tangga. Secara empiris, cairan ini dikenal mampu mendukung aktivitas mikroorganisme pengurai sehingga mempercepat proses alami dalam mengurangi pencemaran. Penuangan dilakukan langsung pada titik-titik kolam lindi yang telah ditentukan bersama pengelola TPA.
Selain menjadi intervensi lingkungan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi bersama. Para peserta menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, mengingat persoalan lindi bukan hanya soal teknis pengolahan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Inisiatif berbasis komunitas ini memperlihatkan bahwa solusi lingkungan dapat tumbuh dari kolaborasi warga, pengelola fasilitas publik, dan perguruan tinggi. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan serta terintegrasi dengan kebijakan pengelolaan sampah Kota Makassar.




Tinggalkan Balasan