Canvas.news Makassar – Pemerintah Kota Makassar memastikan proses pengadaan lahan untuk pembangunan Jembatan Barombong berjalan sesuai aturan hukum dan prinsip transparansi. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bagian Pertanahan Pemkot Makassar, Sri Sulsilawati, yang menyebut pihaknya telah meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri dan Kepolisian agar seluruh tahapan berlangsung aman dan tertib.
Sri menjelaskan, pengadaan tanah telah disusun dalam timeline yang jelas dan terstruktur. Tahap penganggaran dimulai pada Desember 2025 dengan kunjungan lokasi lahan yang akan dibebaskan. Setelah itu, dilakukan penilaian nilai tanah dan bangunan oleh tim appraisal beregister, sebelum diusulkan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Memasuki Januari hingga Februari 2026, tahap perencanaan dilakukan melalui pembentukan tim pelaksana, penyusunan dokumen rencana pengadaan tanah oleh konsultan, serta koordinasi internal dan eksternal. Tahap persiapan berlangsung Maret hingga April 2026, dengan pembentukan tim kegiatan pengadaan tanah, penunjukan tim appraisal untuk menentukan nilai ganti rugi, serta verifikasi dokumen kepemilikan.
Pelaksanaan dijadwalkan pada Mei 2026, meliputi negosiasi langsung dengan pihak pemilik lahan dan pembayaran ganti rugi. Adapun tahap akhir berupa penyerahan dokumen legalitas tanah dan pelepasan hak kepada Pemkot Makassar ditargetkan rampung pada Juni 2026. “Kami berharap pada Juni seluruh dokumen legalitas tanah sudah selesai dan status kepemilikannya resmi atas nama Pemerintah Kota Makassar,” tegas Sri.
Terkait anggaran, Sri menuturkan Pemkot Makassar hanya menangani pembiayaan pengadaan lahan. Untuk tahun anggaran 2026, nilai pasti belum dapat disampaikan. Namun, berdasarkan hasil penilaian tim appraisal, tiga bidang tanah yang akan dibebaskan diperkirakan bernilai miliaran rupiah. Penentuan nilai tersebut dilakukan setelah peninjauan langsung bersama Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta mengacu pada visibility study dan desain jembatan yang telah disiapkan.
Dengan penyusunan tahapan yang sistematis, Pemkot Makassar optimistis pembangunan Jembatan Barombong dapat segera terealisasi, sekaligus menjadi salah satu proyek strategis yang mendukung konektivitas dan mobilitas warga di kawasan pesisir selatan kota.




Tinggalkan Balasan