Canvas.news MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (MULIA) mencatat capaian besar dalam penataan tenaga kerja dan pengurangan pengangguran.

Dalam kurun satu tahun, sebanyak 8.854 tenaga honorer resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Angka ini hampir menyamai total formasi ASN Kota Makassar yang berjumlah 8.963 orang.

Kepala BKPSDMD Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pengangkatan administratif, melainkan strategi terukur untuk memberikan kepastian status, peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan kerja bagi ribuan aparatur yang sebelumnya berstatus honorer.

Selain PPPK, Pemkot Makassar juga membuka ruang kerja melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang menampung lebih dari dua ribu tenaga kontrak agar tetap memperoleh pekerjaan layak dan berkelanjutan.

Munafri menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai prioritas sejak awal masa jabatannya pada 20 Februari 2025. Kebijakan ini terbukti langsung menyentuh ribuan warga, sekaligus memperkuat stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah konkret juga terlihat pada sektor kesehatan. Sepanjang 2025, Pemkot melantik ribuan tenaga farmasi PPPK dalam tiga tahap:

– Tahap I: 1.746 tenaga farmasi (23 Juni 2025)

– Tahap II: 329 tenaga farmasi (14 November 2025)

– Tahap III: 6.607 tenaga farmasi paruh waktu

Kehadiran tenaga farmasi ini diharapkan memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan kefarmasian di Makassar.

Dampak kebijakan ketenagakerjaan tersebut mulai terlihat. Data BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka di Makassar turun dari 9,71 persen pada 2024 menjadi 9,60 persen pada 2025. Penurunan ini menjadi indikator positif dari komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan kepastian kerja dan mengurangi pengangguran.

Dengan strategi PPPK dan PJLP, kepemimpinan Munafri-Aliyah (MULIA) menunjukkan arah baru dalam penataan tenaga kerja, sekaligus menyelamatkan ribuan warga dari ancaman pengangguran.