Canvas.news Perputaran ekonomi di Kabupaten Luwu Utara selama bulan Ramadan menunjukkan tren positif. Aktivitas transaksi masyarakat meningkat, berdampak pada peredaran uang di berbagai sektor.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Utara, Idiel Fitri, menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Selama Ramadan, konsumsi rumah tangga meningkat signifikan. Ini berdampak langsung pada naiknya perputaran uang di masyarakat,” ujarnya.

Peningkatan daya beli masyarakat juga dipicu oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Hal ini memberi efek positif terhadap sektor perdagangan dan jasa, yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Dampak Ramadan turut dirasakan pelaku usaha. Risnal, pemilik usaha skincare, mengaku penjualannya melonjak hingga dua kali lipat dibanding bulan biasa. “Banyak pelanggan berbelanja untuk persiapan Lebaran,” ungkapnya.

Selain itu, pedagang takjil dan pelaku UMKM juga menikmati lonjakan omzet. Lapak takjil yang tersebar di berbagai titik ramai dikunjungi masyarakat setiap sore menjelang berbuka puasa, menandakan geliat ekonomi kerakyatan semakin tumbuh.

Pemerintah daerah berharap tren positif ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, melainkan berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Dengan meningkatnya perputaran uang dan aktivitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat diharapkan ikut terdongkrak.