LUWU UTARA – Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara kembali meneguhkan eksistensinya sebagai wadah pelestarian adat dan budaya Luwu. Pada pembukaan angkatan ke-7, Senin (30/03/2026), sekolah ini mencatat sejarah baru dengan jumlah pendaftar terbanyak sejak berdiri, mencapai 73 orang. Antusiasme generasi muda menjadi bukti nyata bahwa semangat menjaga warisan leluhur masih kuat berakar.

Dalam sambutannya, Dewan Adat 12 Opu Maddikadua, A. Syafiuddin Kadiaraja, mewakili Datu Luwu YM. A. Maradang Mackulau, menegaskan pentingnya sekolah budaya sebagai ruang pengembangan bakat teater sekaligus pembentukan karakter. “Budaya Luwu adalah ruh kita. Kami mendukung penuh dan mengajak semua pihak berpartisipasi dalam program Sekolah Budaya Luwu sebagai fondasi identitas wilayah,” ujarnya penuh semangat.

Kepala Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara, H. Dullah, menyambut peningkatan jumlah siswa sebagai sinyal positif bagi masa depan adat Luwu. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat, sehingga budaya Luwu tetap lestari dan tidak punah ditelan zaman.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Baharuddin, menegaskan komitmen Pemkab dalam memperkuat identitas budaya melalui integrasi ke dalam RPJMD serta peningkatan SDM di sektor pendidikan dan kebudayaan. Sebagai langkah konkret, ia memaparkan rencana alokasi APBD 2026 sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan Rumah Adat Kemakoleaan. “Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam rencana pembangunan ini,” tambahnya.

Tak ketinggalan, Opu Makkole Baebunta, YM A. Sarifah Muhaemina Opu Daengna Putri, menekankan bahwa sekolah budaya ini adalah investasi jangka panjang. Menurutnya, keberadaan sekolah budaya akan membantu masyarakat awam memahami adat dan budaya Luwu secara lebih mendalam.

Dengan capaian rekor pendaftar dan dukungan lintas pihak, Sekolah Budaya I Lagaligo Luwu Utara semakin meneguhkan perannya sebagai benteng pelestarian budaya sekaligus ruang pembentukan generasi penerus yang berkarakter.