canvas.news Makassar – BPC HIPMI Kota Makassar melalui Bidang IX (UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan) menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Fokus utama diarahkan pada dukungan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak penertiban serta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Ketua Bidang IX BPC HIPMI Kota Makassar, Baso Muhammad Ikram, menekankan bahwa langkah penataan kota oleh Pemkot Makassar harus berjalan beriringan dengan solusi nyata bagi pelaku usaha. HIPMI, kata Ikram, siap memastikan agar kebijakan penertiban tidak mematikan usaha rakyat, melainkan membuka ruang bagi mereka untuk berkembang.
Program yang disiapkan Bidang IX mencakup:
– Pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha untuk meningkatkan kapasitas PKL dan UMKM.
– Pendampingan dan transformasi usaha melalui inovasi produk, digitalisasi, dan integrasi rantai pasok.
– Fasilitasi akses permodalan dengan menghubungkan UMKM ke lembaga keuangan dan perbankan.
– Penguatan ekosistem berbasis kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor swasta.
Ikram yang juga Ketua DPD KNPI Kota Makassar menegaskan, HIPMI siap menjadi mitra aktif Pemkot dalam merumuskan program pemberdayaan UMKM yang tepat sasaran. “Kami ingin memastikan setiap kebijakan penataan kota juga diikuti dengan penguatan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan naik kelas,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan keberpihakan pada ekonomi rakyat, HIPMI optimistis UMKM di Makassar dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berk elanjutan.




Tinggalkan Balasan