canvas.news MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat merespons aduan masyarakat terkait penumpukan sampah di kanal Karuwisi–Pettarani, Senin (13/4/2026). Aksi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah potensi banjir di kawasan perkotaan.
Kondisi darurat dipicu oleh terbukanya salah satu saluran kanal yang menyebabkan aliran sampah dari Bara-baraya Timur dan Selatan terbawa hingga Karuwisi dan Tamamaung. Atas instruksi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tim gabungan dari BPBD bersama pihak kecamatan, kelurahan, serta RT/RW segera turun melakukan pembersihan.
Dengan dukungan empat unit perahu viber dan sekitar 30 personel, proses pengerukan sampah dilakukan intensif. Hanya dalam waktu satu jam, tumpukan sampah yang sebelumnya menutup badan kanal berhasil diangkat, sehingga aliran air kembali lancar.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari mitigasi bencana. “Malam ini kami turun setelah adanya laporan penumpukan sampah. Ini bagian dari pencegahan kebencanaan. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan segera menurunkan tim ke lapangan,” ujarnya.
Fadli menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kanal. Menurutnya, disiplin membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci agar persoalan serupa tidak terulang. “Jika dibiarkan, kondisi seperti ini bisa memicu banjir. Kita harus bersatu menjaga lingkungan,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Makassar berharap sinergi lintas sektor ini tidak hanya menyelesaikan masalah sesaat, tetapi juga memicu kesadaran kolektif warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. BPBD pun memastikan kesiapsiagaan penuh, termasuk dukungan armada perairan, untuk menangani kondisi serupa di masa mendatang.




Tinggalkan Balasan