canvas.news MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali melangkah maju dalam transformasi digital dengan menghadirkan Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (LONTARA+) dalam versi website. Inovasi ini resmi diluncurkan pekan ini sebagai bagian dari komitmen memperluas jangkauan layanan publik berbasis digital agar lebih inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan bahwa kehadiran versi website merupakan respons atas masukan masyarakat yang selama ini hanya bisa mengakses LONTARA+ melalui aplikasi mobile.

“Selama ini LONTARA+ hanya dapat diakses melalui aplikasi yang harus diunduh. Karena itu, kami menghadirkan akses melalui website agar lebih inklusif dan menjangkau lebih banyak pengguna,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Andi Gita menegaskan bahwa seluruh fitur yang tersedia di aplikasi tetap dapat diakses melalui website, termasuk layanan pengaduan masyarakat. Perbedaan hanya terletak pada sistem notifikasi: aplikasi mobile memungkinkan notifikasi real-time, sementara versi website mengharuskan pengguna membuka laman untuk melihat pembaruan.

“Keunggulan aplikasi memang pada notifikasi yang bisa langsung diterima. Tapi dari sisi aksesibilitas, website jauh lebih mudah dijangkau oleh semua kalangan,” tambahnya.

Dengan hadirnya versi website, Pemkot Makassar berharap LONTARA+ semakin memperkuat kualitas pelayanan publik, sekaligus menjadikan layanan digital lebih inklusif. Akses website ini sudah dapat digunakan sejak pekan ini melalui laman lontaraplus.go.id, dan akan segera disosialisasikan secara resmi kepada masyarakat.

Sebagai catatan, baik melalui aplikasi maupun website, masyarakat tetap diwajibkan melakukan login untuk memastikan validitas data pengguna serta akurasi pelaporan.

Diketahui, di masa kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, LONTARA+ dirancang sebagai pusat integrasi berbagai layanan publik yang sebelumnya tersebar di masing-masing OPD. Kini, dengan hadirnya versi website, layanan digital Pemkot Makassar semakin dekat dengan warga, menjadikan aduan dan aspirasi masyarakat lebih praktis, cepat, dan

transparan.