Canvas.news Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kembali mencatatkan prestasi di sektor pertanian. Kabupaten yang dikenal dengan sebutan Bumi Lamaranginang ini berhasil menyuplai hingga 5.500 ton jengkol ke Jakarta sepanjang tahun lalu. Angka tersebut menjadikan Luwu Utara sebagai pengekspor jengkol terbesar dari Sulawesi Selatan ke ibu kota negara.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengungkapkan bahwa distribusi jengkol dari petani Lutra awalnya masuk melalui Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta Pusat. Dari sana, jengkol kemudian tersebar ke berbagai rumah makan dan warung makan di Jakarta. “Kalau kita kalkulasikan, ada sekitar 12 juta masyarakat Jakarta yang menikmati jengkol asal Luwu Utara,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Hasil perkebunan jengkol ini berasal dari sejumlah kecamatan, di antaranya Sukamaju, Bone-Bone, Tanalili, Masamba, dan Baebunta. Dengan harga jual Rp 15 ribu per kilogram, total nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp 82,5 miliar. “Ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian kita mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah,” tambah Andi Rahim.
Namun, tingginya permintaan pasar Jakarta kerap membuat petani kewalahan. Untuk memenuhi kebutuhan, pengusaha dan petani Lutra terkadang harus mengambil pasokan tambahan dari Sulawesi Tengah. Meski begitu, kondisi ini dianggap sebagai pertanda positif bagi perkembangan ekonomi lokal. “Alhamdulillah, ini menandakan perekonomian Luwu Utara semakin membaik,” jelasnya.
Bupati berharap tren permintaan yang tinggi dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Ia juga mengapresiasi keberanian pengusaha lokal yang mampu bersaing di pasar nasional. “Kita bersyukur pengusaha kita bisa berkompetisi di Jakarta. Ini kebanggaan bagi daerah,” tutupnya.




Tinggalkan Balasan