canvas.news Munafri Arifuddin semakin menguat sebagai figur utama yang dinilai paling layak memimpin Partai Golkar Sulawesi Selatan. Dukungan mayoritas DPD II kabupaten/kota yang mencapai 21 daerah telah mengerucut kepadanya, menjadikan Appi—sapaan akrabnya—sebagai kandidat dengan legitimasi paling besar. Dukungan ini bukan sekadar simbol politik, melainkan cerminan aspirasi kader akar rumput yang menginginkan konsolidasi organisasi berjalan lebih solid dan terarah.

Dukungan Mayoritas

Sejak awal, DPD II Golkar di berbagai daerah menyatakan komitmen mendukung Munafri. Mereka menilai Appi memiliki kapasitas, energi, dan jaringan politik yang luas. Rekam jejaknya dalam mengangkat suara Golkar Makassar pada pemilu sebelumnya menjadi bukti nyata kemampuan konsolidasi yang dimilikinya. Dukungan ini juga dianggap sebagai bentuk kepercayaan bahwa Munafri mampu menjaga stabilitas internal partai sekaligus memperkuat posisi Golkar di Sulsel menghadapi kontestasi politik mendatang.

 

📚 Pandangan Pengamat

Sejumlah pengamat politik menegaskan bahwa Munafri adalah figur yang paling memenuhi syarat untuk menjadi Ketua Golkar Sulsel.

– Prof Sukri Tamma (Unhas) menekankan bahwa DPP Golkar perlu mendengar aspirasi DPD II karena mereka yang akan bekerja langsung di lapangan.

– Adi Suryadi Culla (Unhas) menilai dukungan mayoritas DPD II menunjukkan pilihan kader sudah mengerucut pada Appi, sehingga legitimasi politiknya semakin kuat.

 

Keduanya sepakat bahwa Munafri bukan hanya sekadar kandidat, melainkan sosok yang mampu menjadi pemersatu di tengah dinamika internal partai.

Faktor Kelayakan Munafri

1. Soliditas Dukungan – 21 DPD II telah menyatakan dukungan resmi.

2. Rekam Jejak Politik – Berhasil mengangkat suara Golkar Makassar dari keterpurukan.

3. Kapabilitas Konsolidasi – Mampu merangkul kader dan menjaga stabilitas internal.

4. Legitimasi Akar Rumput – Dukungan lahir dari kebutuhan kader daerah, bukan sekadar formalitas.

5. Visi Strategis – Dinilai mampu membawa Golkar Sulsel bersaing dengan partai besar lain di Pemilu mendatang.

Dinamika Internal

Meski dukungan besar telah mengarah kepada Munafri, keputusan final tetap berada di tangan DPP Golkar. Penundaan Musda berpotensi menimbulkan faksionalisme jika tidak segera dituntaskan. Namun, dukungan mayoritas DPD II menjadi sinyal kuat bahwa Munafri Arifuddin saat ini berada pada posisi paling diunggulkan.

Kesimpulan

Munafri Arifuddin dinilai paling layak memimpin Golkar Sulsel karena memenuhi seluruh syarat sebagai ketua: dukungan mayoritas, kapasitas politik, kemampuan konsolidasi, serta legitimasi kader daerah. Dengan modal tersebut, Appi bukan hanya kandidat, melainkan figur yang dianggap paling siap membawa Golkar Sulsel menuju soliditas dan kemenangan di masa depan.