canvas.news Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung kawasan New Makassar Mall atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Sentral, Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah strategis revitalisasi total pasar legendaris tersebut, sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

Dalam peninjauan yang turut melibatkan jajaran lintas perangkat daerah, Appi—sapaan akrab Munafri—menyusuri hampir seluruh bagian gedung hingga lantai tujuh. Ia mendapati sebagian besar lantai belum dimanfaatkan secara optimal, dengan aktivitas perdagangan yang masih terpusat di basement dan lantai dasar. Kondisi ini, menurutnya, menuntut konsep baru yang tidak hanya membenahi infrastruktur, tetapi juga menata distribusi pedagang, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta memastikan keberlanjutan ekosistem ekonomi.

“Pasar Sentral dulu adalah ikon pergerakan ekonomi kerakyatan di Makassar. Seluruh akses ekonomi masyarakat pernah bertumpu di sini. Sekarang waktunya kita hidupkan kembali dengan sistem pengelolaan yang relevan dengan zaman,” tegas Appi.

Munafri menekankan bahwa revitalisasi Pasar Sentral harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Keuntungan dari setiap transaksi, kata dia, harus kembali kepada warga. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari PD Pasar, SKPD, hingga para pedagang—untuk bersama-sama menyusun konsep penataan baru secara kolektif.

Selain sebagai pusat perdagangan, Appi menargetkan Pasar Sentral menjadi sentra UMKM modern yang terintegrasi, sekaligus magnet baru bagi sektor pariwisata kota. Pemerintah kota berencana mempelajari berbagai model pengelolaan pasar dari daerah lain sebagai referensi, agar konsep yang dibangun benar-benar mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup dan kompetitif.

“Intinya UMKM yang akan kita gerakkan. Kita mulai dari situ, dan konsep detailnya nanti akan kita sampaikan,” pungkasnya.