canvas.news Makassar – UPTD SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar meluncurkan program inovasi PAKABAJI (Pendampingan Kreativitas Berbasis Jigsaw) sebagai upaya menjadikan kreativitas kelas bukan hanya sarana pembelajaran bagi murid, tetapi juga sumber ilmu dan inspirasi bagi sesama guru.
Program ini digagas oleh Kepala Sekolah Baharuddin, S.Pd., M.Pd., dengan tujuan memicu budaya kolaborasi, refleksi, serta pembelajaran berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Melalui PAKABAJI, kami ingin agar guru tidak hanya berperan sebagai pelaksana pembelajaran, tetapi juga menjadi sumber belajar bagi rekan sejawat melalui praktik nyata di kelas,” jelas Baharuddin.
Tahapan Pelaksanaan
– Juni 2026: Perencanaan program
– Juli 2026: Pemprosesan rancangan
– Agustus 2026: Pelaksanaan di lapangan
– September 2026: Tindak lanjut dan penilaian internal
Dukungan & Indikator
Sekolah memberikan stimulus dana BOS sebesar Rp500.000 per kelas untuk mendukung pelaksanaan program. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kebersihan, kenyamanan, estetika, pajangan edukatif, keterlibatan murid, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.
Mekanisme Berbagi
Setelah tahap penilaian, guru berkumpul dalam forum Tudang Sipulung untuk berdiskusi dan merefleksikan kendala maupun keberhasilan. Melalui metode Jigsaw, guru yang berhasil menerapkan kreativitas tertentu bertindak sebagai “kelompok ahli” yang membagikan strategi kepada guru lain agar dapat diadaptasi sesuai kebutuhan kelas masing-masing.
Dampak Utama
Program PAKABAJI diharapkan menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman dan edukatif bagi murid, sekaligus membangun ekosistem sekolah di mana “guru belajar dari guru, dan kelas menjadi sumber belajar.”




Tinggalkan Balasan