canvas.news Makassar, Sulawesi Selatan – Suasana penuh semangat dan kolaborasi mewarnai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi yang digelar di UPTD SPF SDN Garuda pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan ini ditujukan bagi sekolah-sekolah penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik di wilayah Gugus 6 Kota Makassar.
Bimtek ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana BOSP Kinerja melalui peningkatan mutu pembelajaran, khususnya pada aspek literasi dan numerasi yang menjadi fondasi utama dalam kualifikasi Rapor Pendidikan.
Hadir sebagai narasumber utama sekaligus fasilitator daerah, Dr. Jumriah, S.Pd., M.Pd., yang membimbing para pendidik dan kepala sekolah dengan penyampaian interaktif, lugas, serta kaya contoh praktis. Beliau menekankan bahwa literasi dan numerasi tidak boleh sekadar menjadi materi hapalan, melainkan harus hidup di dalam kelas sebagai keterampilan berpikir kritis peserta didik.
“Predikat BOSP Kinerja Terbaik yang diraih sekolah-sekolah di Gugus 6 ini adalah amanah sekaligus dorongan untuk terus berinovasi. Penguatan literasi dan numerasi harus hadir melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan anak,” ujar Dr. Jumriah.
Kepala UPTD SPF SDN Garuda, Farida, S.Ag., M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Gugus 6 untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan transformasi pendidikan. Menurutnya, sekolah penerima BOSP Kinerja harus menjadi benchmark bagi sekolah lain dalam mengelola pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.
Para peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan perwakilan guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari diskusi kelompok, analisis Rapor Pendidikan, hingga penyusunan rencana aksi nyata di masing-masing satuan pendidikan.
Dengan penyelenggaraan Bimtek ini, UPTD SPF SDN Garuda bersama Gugus 6 Makassar meneguhkan langkah untuk menghadirkan pendidikan yang berdampak nyata bagi peningkatan kompetensi siswa, sekaligus memperkuat fondasi literasi dan numerasi sebagai pilar utama mutu pendidikan.




Tinggalkan Balasan