Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menyampaikan desakan kepada Pertamina dan pengelola SPBU agar segera menata pola antrean kendaraan besar yang sering menimbulkan kemacetan di sejumlah titik jalan kota. Antrean panjang bus dan truk yang mengular hingga ke badan jalan dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Appi menekankan bahwa koordinasi antara Pertamina dan pengelola SPBU perlu dilakukan secara ketat untuk menyusun jadwal pengisian BBM subsidi, khususnya Biosolar, bagi kendaraan berat. Dengan adanya jadwal yang teratur, diharapkan penumpukan kendaraan dapat dikurangi. Ia juga menyoroti pentingnya pemaksimalan operasional nozzle di SPBU agar proses pengisian berlangsung lebih cepat dan tidak menimbulkan antrean yang berkepanjangan.

Selain itu, Appi mendorong keterlibatan aparat kepolisian dan pemerintah daerah dalam mengatur lalu lintas di sekitar SPBU. Kehadiran aparat di lapangan dianggap mampu membantu mengurai kemacetan sekaligus menjaga ketertiban di area yang rawan penumpukan kendaraan.

Fenomena kemacetan akibat antrean kendaraan besar di SPBU bukan hal baru bagi masyarakat Makassar. Lonjakan permintaan BBM bersubsidi, ditambah pola antrean yang tidak teratur, membuat kondisi jalan raya semakin padat. Appi menilai, tanpa penanganan serius, masalah ini dapat menghambat mobilitas warga, menurunkan produktivitas, dan menambah beban bagi pengguna jalan yang setiap hari harus berhadapan dengan kemacetan.