Canvas.news Makassar, 20 Februari 2026 — Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ditandai dengan capaian ekonomi dan sosial yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi Kota Makassar tercatat melampaui rata-rata nasional dan provinsi. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Ricky Satria, mengungkapkan bahwa pada kuartal III 2025, ekonomi Makassar tumbuh 5,39% year on year. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional (5,01%) maupun Sulawesi Selatan (5,04%).

Selain itu, dampak nyata terlihat dari penurunan tingkat kemiskinan, dari 4,97% pada 2024 menjadi 4,43% di 2025. Tingkat pengangguran juga menurun dari 9,71% menjadi 9,6%. “Pertumbuhan ini bukan sekadar angka kosong, tetapi sudah mulai dirasakan masyarakat,” ujar Ricky dalam refleksi satu tahun kepemimpinan di Lapangan Karebosi.

Inflasi Makassar pun terkendali. Tahun 2025, inflasi tercatat 1,19%, jauh lebih rendah dari angka nasional (2,92%) maupun provinsi (2,8%). Stabilitas harga kebutuhan pokok dicapai melalui program Gerakan Pangan Murah, yang tidak hanya menekan harga tetapi juga menjadi pionir penerapan pembayaran nontunai di Sulawesi Selatan.

Transformasi digital menjadi salah satu pilar utama. Lebih dari 70% ASN Makassar kini menggunakan layanan mobile banking dan QRIS, menjadi teladan bagi masyarakat. Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah juga mulai diterapkan, mencakup pembayaran parkir, retribusi pasar, hingga layanan PDAM secara nontunai.

Ricky menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar inovasi, melainkan reformasi tata kelola. Kolaborasi Pemkot Makassar dengan Bank Sulselbar dan perbankan lain melalui sistem Cash Management turut memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Di luar angka, kehidupan kota semakin dinamis. Makassar kini tampil sebagai kota perdagangan, budaya, wisata, sekaligus urban lifestyle. Event olahraga, konser, festival kuliner, hingga geliat ekonomi kreatif mendorong perputaran ekonomi dengan transaksi mayoritas berbasis digital.

“Semua ini menjadi bukti kerja sama, inovasi, dan transformasi digital yang dimulai dari manusia hingga sistem,” pungkas Ricky.

Dengan capaian tersebut, satu tahun kepemimpinan Munafri Arifuddin menjadi tonggak penting bagi Makassar menuju kota yang produktif, modern, dan ramah bagi warganya.