canvas.news Makassar – Upaya menjaga eksistensi bahasa daerah kembali mendapat sorotan serius. Ketua Panitia, Muh. Eri Rahim, menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai benteng utama dalam melestarikan bahasa Makassar yang kian tergerus oleh arus modernisasi dan pergeseran gaya komunikasi generasi muda.
Dalam penyampaiannya, Eri Rahim menekankan bahwa satuan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat mentransfer ilmu pengetahuan umum, tetapi juga sebagai lembaga strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan lokal. Ia berharap sekolah mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang membiasakan penggunaan bahasa Makassar, baik melalui kegiatan kurikuler maupun muatan lokal.
Langkah konkret yang didorong meliputi:
– Penguatan Muatan Lokal: Mengoptimalkan pembelajaran bahasa Makassar dengan metode interaktif dan relevan bagi siswa.
– Pembiasaan Berbahasa: Mendorong penggunaan bahasa daerah pada hari-hari tertentu di lingkungan sekolah untuk membangun kebiasaan komunikasi.
– Kegiatan Seni dan Budaya: Menggelar lomba mendongeng, berpuisi, hingga berpidato dalam bahasa Makassar untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Melalui sinergi antara tenaga pendidik, siswa, dan pemangku kepentingan, gerakan ini diharapkan mampu membentengi bahasa Makassar dari ancaman kepunahan. “Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas budaya lokal, agar generasi penerus tetap bangga menggunakan bahasa leluhur,” tegas Eri Rahim.
Dengan dorongan ini, sekolah di Makassar diharapkan tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang berakar kuat pada budaya dan bahasa daerahnya.




Tinggalkan Balasan