canvas.news Kepala UPT SPF SDN Gaddong, Jumriah, S.Pd., menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pendidikan inklusi dan literasi. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang mampu menghadirkan suasana belajar yang ramah, adil, dan mendukung keberagaman siswa. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana menghadapi anak dengan latar belakang berbeda, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, sehingga setiap siswa dapat memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Selain itu, penguatan literasi menjadi fokus utama dalam program ini. Literasi membaca, menulis, dan numerasi dipandang sebagai fondasi yang harus diperkuat sejak dini agar siswa memiliki kemampuan dasar yang kokoh untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Jumriah menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan juga bagian dari pembentukan karakter dan daya pikir kritis siswa.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa kepemimpinan sekolah tidak boleh berhenti pada urusan administrasi. Seorang kepala sekolah, menurutnya, harus berani berinovasi dan mendorong kolaborasi antar guru agar tercipta pembelajaran yang berkualitas. Guru diharapkan terus belajar, memperbarui pengetahuan, dan mengembangkan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Program pelatihan ini diharapkan membawa dampak nyata, baik bagi guru maupun siswa. Guru akan memperoleh peningkatan kompetensi profesional, sementara siswa akan merasakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung perkembangan karakter. Dengan demikian, mutu pendidikan di SDN Gaddong dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan, sejalan dengan program nasional yang menekankan pentingnya literasi dan inklusi sebagai indikator utama kualitas pendidikan.




Tinggalkan Balasan