canvas.news Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggenjot pembangunan jalan pada ruas Palandoan–Lassa–Eno yang menjadi akses utama menuju Kecamatan Seko. Pengerjaan ini dilakukan secara bertahap dengan tujuan memperbaiki kualitas infrastruktur, membuka keterisolasian wilayah pegunungan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Luwu Utara.

Selama ini, warga Seko menghadapi tantangan besar dalam mobilitas karena kondisi jalan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Akibatnya, distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok sering terhambat, bahkan harga barang di wilayah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Dengan adanya pembangunan jalan ini, pemerintah berharap distribusi hasil bumi dapat berjalan lebih lancar, harga kebutuhan pokok menjadi lebih stabil, dan akses pelayanan publik seperti kesehatan serta pendidikan bisa lebih mudah dijangkau.

Bupati Luwu Utara menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi pemerataan pembangunan. Jalan yang layak akan membuka peluang investasi baru, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kualitas pengerjaan agar jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat jangka panjang.

Selain aspek ekonomi, pembangunan ini juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Warga Seko yang selama ini dikenal hidup dalam keterisolasian kini melihat harapan baru untuk lebih terhubung dengan wilayah lain. Akses transportasi yang lebih baik akan memperpendek jarak tempuh, mengurangi biaya perjalanan, dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan serta pekerjaan yang lebih layak.

Dengan progres yang terus berjalan, pembangunan jalan menuju Seko menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang merata. Harapan besar masyarakat kini tertuju pada keberhasilan proyek ini sebagai langkah nyata untuk mengubah wajah Seko dari wilayah terisolasi menjadi kawasan yang lebih terbuka dan berkembang.