canvas.news Makassar – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Makassar menimbulkan antrean panjang di berbagai SPBU. Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, termasuk para guru dan siswa yang kesulitan menuju sekolah. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Makassar mengambil langkah darurat dengan memberlakukan sistem pembelajaran daring dari rumah bagi seluruh sekolah di bawah naungannya.
Salah satu sekolah yang langsung menindaklanjuti kebijakan ini adalah UPT SPF SD Negeri Garuda Makassar. Hari ini, sekolah tersebut resmi melaksanakan proses belajar daring perdana. Meski dilakukan secara mendadak, pihak sekolah berupaya memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Kepala sekolah, Farida, S.Ag., M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan perangkat pembelajaran daring sejak malam sebelumnya. “Kami tidak ingin anak-anak kehilangan semangat belajar hanya karena kendala transportasi. Guru tetap hadir sesuai jadwal, dan siswa mengikuti pelajaran melalui aplikasi daring yang sudah disepakati. Kami berharap orang tua turut mendampingi agar anak-anak tetap fokus,” ujarnya.
Farida menambahkan, meski pembelajaran daring bukan hal baru, tantangan tetap ada, terutama bagi siswa yang belum terbiasa belajar mandiri di rumah. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan solusi terbaik di tengah situasi darurat kelangkaan BBM. “Kami berharap kondisi segera normal, sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dengan suasana belajar tatap muka,” katanya.
Sementara itu, sejumlah orang tua siswa menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai langkah Dinas Pendidikan cukup bijak, karena mengurangi risiko keterlambatan dan ketidakpastian akibat antrean panjang di SPBU. Meski harus menyesuaikan diri dengan pola belajar daring, mereka berharap anak-anak tetap bisa menyerap ilmu dengan maksimal.
Kebijakan sekolah daring ini akan terus dievaluasi oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar. Jika pasokan BBM kembali lancar, sekolah diharapkan segera kembali beroperasi secara normal. Namun untuk sementara, pembelajaran daring menjadi pilihan utama demi menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi darurat.




Tinggalkan Balasan